![]() |
| Ketua KNPI NTB Taufik Hidayat |
Garis Merah- Posisi Gubernur NTB akan segera berhenti dan digantikan oleh penjabat sementara yang akan bertugas hingga pelantikan gubernur terpilih dalam pemilihan gubernur pada tahun 2024 mendatang.
Berbagai sosok dan figur disebut sebut bakal menduduki jabatan sementara menjadi orang nomor satu di bumi gogo rancah ini.
Namun bagi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat memiliki pandangan tersendiri untuk posisi penjabat sementara Gubernur NTB tersebut.
KNPI NTB mendorong putra putri terbaik NTB yang berkiprah di pusat (Jakarta) baik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepolisian ataupun Tentara untuk menjadi penjabat sementara Gubernur NTB.
Ketua KNPI NTB Taufik Hidayat mengatakan lebih memilih warga NTB yang berkarir di Jakarta sebagai penjabat gubernur karena menghindari konflik of interest (Benturan kepentingan) pada saat Pemilu 2024 nanti.
Taufik meyakini bila Pjs gubernur diambil dari putra putri daerah NTB yang berkarir di pusat akan lebih netral dalam bersikap karena minim kepentingan selain mengawal jalannya pemerintahan sampai adanya pemimpin definitif.
"Kenapa bukan pejabat di daerah karena kita ingin menghindari adanya benturan kepentingan politik, kita tahu 2024 adalah tahun politik, jadi saya rasa putra putri NTB di pusat yang memenuhi syarat bisa menjadi penjabat sementara gubernur ntb," ujarnya.
Taufik tidak mempermasalahkan apakah penjabat tersebut dari unsur ASN, TNI atau Polri. Asal memenuhi syarat ia berharap posisi penjabat Gubernur NTB akan diduduki oleh warga NTB yang berkarir di pemerintah pusat.
"Tidak masalah dia ASN, Polri atau TNI, tidak masalah juga dia dari Lombok, Sumbawa atau Mbojo, asal dia berkarir di pusat dan memenuhi syarat saya pasti dukung untuk menjadi penjabat gubernur ntb," pungkasnya.(GM1)

0 Komentar