![]() |
| Korwil Bali Nusra DPP PAN H. Muazzim Akbar mengatakan pembicaraan calon bupati lobar masih terlalu dini |
Garis Merah- Paska terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati non aktif Lalu Ahmad Zaini (LAZ) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera mengirim radiogram dan menunjuk wakil Bupati Nurul Adha menjadi Pelaksana tugas (Plt) bupati.
Keberlanjutan estafet kepemimpinan di Lombok Barat juga menjadi isu hangat. Sejumlah nama digadang gadang bakal menjadi calon wakil bupati mendampingi Nurul Adha.
Namun bagi pimpinan partai koalisi pengusung Lazadha (Laz-Adha) pembicaraan sosok yang akan menjadi calon wakil bupati belum masuk agenda.
Korwil Bali Nusra DPP PAN H. Muazzim Akbar mengatakan pembicaraan siapa yang akan menduduki posisi orang nomor dua di kabupaten berjuluk Patuh Patut Patju tersebut terlalu dini.
Kepada awak media di Mataram Jum'at at 24 Juli 2026, Muazzim menyatakan pembicaraan posisi calon wakil bupati lobar belum masuk agenda pembicaraan partai koalisi pengusung.
"Belum ada agenda pembahasan itu (calon wakil bupati) di partai koalisi, situasi masih belum stabil, laz juga juga keputusannya belum incracht jadi belum bisa kita putuskan siapa nanti di posisi wakil bupati," kata Muazzim.
Muazzim melanjutkan selain partai pengusung keputusan bupati definitif nanti sangat menentukan apakah calon yang disodorkan diterima atau tidak.
"Keputusan bupati juga sangat menentukan, tidak hanya partai koalisi saja, kalau nama yang kita sodorkan ditolak ya kita tidak bisa memaksa," jelas Muazzim.
Menurutnya keputusan penentuan calon wakil bupati harus melalui kesepakatan kedua pihak yakni partai koalisi pengusung dan bupati definitif. Namun Muazzim menegaskan PAN sendiri tidak kekurangan kader untuk menduduki posisi wakil bupati.
"Kami di pan punya banyak kader yang berpengalaman dan berkualitas, baik di legislatif provinsi sldan kabupaten kota, tentu bila pan diberikan kepercayaan kami akan persiapkan kader terbaik," tandasnya.
Adapun pasangan Lazadha (Lalu Ahmad Zaini+ Nurul Adha) diusung oleh tiga partai politik yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).(GM1)

0 Komentar