Breaking News

Dewan Kebudayaan Daerah NTB: Kadis Kebudayaan Jangan Orang Yang Kaku

Ketua Dewan Kebudayaan Daerah NTB Prof Dr. Abdul Wahid berharap kepala dinas Kebudayaan NTB bukan orang yang kaku

Garis Merah- Dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) yang baru diresmikan Gubernur NTB terdapat satu Organisasi Perangkat Daerah yang baru dibentuk dan berdiri sendiri yakni Dinas Kebudayaan. 

Harapan besar para budayawan dititipkan pada dinas baru ini terutama adanya grand desain dan road map Kebudayaan NTB dalam mendukung program utama Gubernur NTB. 

Ketua Dewan Kebudayaan Daerah NTB Prof Dr. Abdul Wahid menyambut positif terbentuknya Dinas Kebudayaan NTB. Menurutnya terbentuknya Dinas Kebudayaan merupakan langkah progresif Gubernur NTB dalam memperhatikan Kebudayaan NTB. 

Meski demikian Prof Wahid membeberkan sejumlah kriteria yang dinilai pantas menjadi kepala OPD. Salah satu kriteria yang disampaikan Prof Wahid adalah figur Kepala Dinas Kebudayaan orang yang fleksibel, paham terhadap budaya bahkan menjadi praktisi. Selain itu kata Dosen Universitas Islam Negeri Mataram ini sosok Kepala Dinas Kebudayaan bukan orang yang kaku. 

"Mereka yang memiliki basis basis pengalaman dan pemahaman terutama memiliki visi dan kebudayaan yang kosmopolitan terutama yang memiliki manajerial, pintar berkolaborasi menguasai peta dan data di lapangan, memiliki pemikiran besar jangan yang kaku dan berjiwa tua," paparnya. 

Prof Wahid melanjutkan Kebudayaan di NTB harus memiliki peta jalan dan data yang menjadi landasan dalam aplikasinya. 

Menurutnya ada empat tugas dan fungsi dari Dinas Kebudayaan kedepannya yakni pembinaan, pengembangan, pelestarian dan pemanfaatan baik secara sosiologi, idiologi dan perekonomian. Dinas Kebudayaan kata Prof Wahid sangat strategis dan harus dibentuk. 

"Road map itu sangat penting karena mau dibawa kemana kebudayaan kita, perlu ada data base menjadi landasan peta jalan, peta jalan ini berlaku seperti RPJMD, gubernur kita saya tangkap sejak debat dulu sangat konsern terhadap pengembangan dan pelestarian kebudayaan kita," jelas Prof Wahid. 

Salah satu pengembangan dan pembinaan Kebudayaan ini kata Prof Wahid bagaimana membuat generasi muda mejadi aktor utama dan pelaku pelestarian kebudayaan. 

"Bila perlu di lembaga pendidikan dan kampus kampus serta lembaga lembaga penelitian juga memasukan kurikulum kebudayaan, sehingga pelestarian dan pengembangan kebudayaan ini akan terus terjaga dan diperkenalkan sejak dini,'ujarnya.

Prof Wahid berharap melalui Dinas Kebudayaan ini, pelestarian dan pengembangan Kebudayaan di NTB akan tetap terjaga. 

"Tentu Dinas itu menjadi instrumen penting menjadi wadah dalam pengembangan dan pelestaria budaya kita, kolaborasi dengan berbagai pihak juga harus dilakukan termasuk komunitas yang peduli dengan budaya NTB," tandasnya.(GM1)  

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close