![]() |
| Dialog bareng pelaku Ekraf menjadi salah satu acara di malla puncak Ekraf Mania festival |
Garis Merah- Setelah rangakain kegiatan digelar selama beberapa hari, malam puncak Ekraf Mania Festival digelar di Kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Barat, Kamis 13 Agustus 2025.
Gawe bagi para pelaku ekonomi kreatif ini dimeriahkan dengan beberapa kegiatan di antaranya dialog antara para pelaku ekonomi kreatif bersama Sekretaris Dinas Parekraf Muhammad Erwan.
Selain itu acara ini juga menampilkan beragam hasil produk serta ditutup dengan acara hiburan.
Sekretaris Dinas Parekraf NTB Muhammad Erwan mengatakan, Ekraf Mania Festival merupakan wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mengasah ketrampilan serta meningkatkan produk dengan memanfaatkan teknologi digital.
Melalui pelatihan e-commerce diharapkan para pelaku Ekraf dapat menembus pasar global dan mampu bersaing dengan pelaku Ekraf tingkat nasional.
“Tanpa komunikasi yang baik, kita tidak bisa memitigasi persoalan-persoalan dan masalah yang dihadapi para pelaku ekraf,” ujar Erwan sapaannya usai menjadi narasumber pada acara dialog bersama para pelaku ekraf se-NTB dikantor Dinas Parekraf, Kamis (13/8/2026) malam.
Erwan melanjutkan dengan komunikasi yang berjalan baik, pemerintah dapat menjalankan tiga fungsi utamanya secara maksimal, yakni sebagai fasilitator, regulator, dan akselerator bagi perkembangan ekraf di NTB.
Erwan menegaskan, kegiatan yang dilakukan di kantor Parekraf NTB bukan sekadar event rutin. Pihaknya justru ingin menjadikan kantor tersebut sebagai ruang kreatif atau creative hub yang dapat digunakan pelaku ekraf secara berkelanjutan.
“Bukan hanya persoalan event, tapi memang harus ada yang kita coba untuk tampilkan dan kita fasilitasi,” jelasnya.
Selain itu Untuk memperluas jangkauan, Dinas Parekraf NTB juga membuka pendaftaran secara daring bagi para pelaku ekraf, Langkah tersebut dilakukan agar kesempatan mengikuti program pemerintah tidak hanya dinikmati oleh kelompok yang sama.
“Kita buka secara online, melalui link, sehingga bisa mendapatkan para pelaku ekraf, Karena tidak mudah untuk mendapatkan pelaku ekraf,” katanya.
Ke depan, pihaknya berencana membangun Ekraf Satu Data. Melalui sistem tersebut, pelaku ekraf nantinya dapat dipetakan berdasarkan tingkat perkembangan dan kapasitasnya.
Erwan menyebut, konsep tersebut akan mengarah pada proses verifikasi pelaku ekraf, menurutnya pemetaan penting dilakukan agar bentuk intervensi pemerintah bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing pelaku.
“Belum tentu yang tingkat satu dengan diberikan bantuan modal besar bisa berkreatif, Harus ada tingkatan-tingkatan yang memang harus dipenuhi hak dan kewajibannya, dan apa pemerintah berperan di dalam tingkatan tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut Erwan mengatakan pengembangan ekraf tersebut akan dilakukan secara bertahap, Dalam jangka pendek, Parekraf mulai membuka ruang bagi komunitas dan pelaku ekraf untuk menampilkan produk.
Sementara dalam jangka menengah, pihaknya berencana membangun ruang-ruang kreatif dan pusat studio di lingkungan kantor Dinas Parekraf.
Sedangkan dalam jangka panjang, NTB ditargetkan memiliki pusat kreativitas yang lebih besar dengan konsep Nusa Tenggara Creative Hub.
“Kalau di kantor kita mungkin tidak memadai. Mungkin ada tempat-tempat nanti yang bisa mengumpulkan 21 subsektor tersebut, sehingga itu menjadi pusat kreatif,” ucapnya.
Menurut Erwan, pusat tersebut nantinya diharapkan menjadi tempat yang menghubungkan berbagai subsektor ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitasnya.
Ia mengatakan pihaknya menyadari kritik dari pelaku ekraf terhadap pemerintah merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, kritik tersebut diharapkan menjadi masukan agar pemerintah dapat memberikan fasilitasi yang lebih baik.
“Kami sadar sebagai pemerintah ini tidak mudah, Kritikan itu pasti banyak, Tapi kritikan bagi pemerintah itu haruslah merupakan kritikan yang membuat rakyat itu bisa terfasilitasi dengan baik,” pungkas Erwan.(GM1)

0 Komentar