![]() |
| Pelabuhan Pototano Kabupaten Sumbawa Barat |
Garis Merah- Pelabuhan Poto Tano dipastikan tetap beroperasi normal. Sempat muncul ancaman penutupan terkait rencana aksi unjuk rasa massa yang menuntut pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) pada 2 Juni 2026, namun pihak kepolisian (Polda NTB) dan ASDP menegaskan bahwa pelabuhan tidak boleh ditutup atau diblokade.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan selama berlangsungnya aksi, Polres Sumbawa Barat telah menyiagakan personel pengamanan di sekitar kawasan pelabuhan guna memastikan operasional tidak terganggu dan masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman.
Kabid Humas Polda NTB Konbes Pol Mohammad Kholid SIK mengatakan pelabuhan tidak boleh ditutup karena merupakan objek vital nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
"Silahkan melakukan aksi unjukrasa tetapi jangan mapai mengganggu kepentingan umum, pelabuhan adalah objek vital karena menjadi pilar pendukung utama mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi daerah," kata Kholid.
Sebelumnya massa dari Aliansi Perisai Pemuda Sumbawa (PPS) berencana kan menggelar unjukrasa dan mengancam akan menutup serta memblokade pelabuhan Pototano selama ksi berlangsung.
Aksi ini sebagai bentuk protes tidak kunjung terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), aksi eruoa juga sebelumnya telah dilakukan disekitar wilayah pelabuhan Pototano.
Pelabuhan Pototano sendiri menripakanakses utama penyebrangan bagi dua pulau di NTB yakni menghubungkan antara pulau Lombok dan Sumbawa.(GM1)

0 Komentar