Breaking News

Dinilai Kemahalan, Tarif Penyebrangan Poto Tano-Kayangan Minta Direvisi

Situasi di Pelabuhan Pototano KSB

Mataram- Tarif penyebrangan Kayangan-Pototano yang menggunakan tarif lama dengan acuan standar tarif Alas-Kayangan dengan hitungan 17 mil atau sebesar Rp 465.000, dinilai tidak tepat oleh para pengusaha yang tergabung dalam organisasi angkutan darat (Organda) Provinsi NTB.


Organda meminta Pemprov NTB agar melakukan penyesuaian tarif penyebrangan untuk jalur penyebarangan rute pelabuhan Kayangan-Poto Tano. 


Ketua Organda NTB Junaidi Kasum dalam pertemuan dengan Dinas Perhubungan NTB mengatakan jarak tempuh Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur dan Pelabuhan Poto Tano di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hanya kurang lebih berjarak 11 mil atau setara sebesar Rp.305.000.


Menurutnya jika merujuk perbandingan dengan tarif yang sudah disesuaikan di pelabuhan penyeberangan rute Ketapang dan Gilimanuk sebesar Rp 165.000, maka tarif penyebrangan Poto Tano dan Kayangan dianggap paling mahal alias terlalu tinggi.


"Sehingga, jika dikalkulasikan biaya tarif yang ada itu sangat tinggi, maka perlu dilakukan penyesuaian. Ini karena tidak relevan dalam kondisi saat ini," kata Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum, Senin (14/6).


Junaidi mengaku sudah menyampaikan langsung  terkait kondisi yang dialami pengusaha dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sepi akan penumpang saat bertemu dengan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi NTB beberapa hari lalu.(GM1)

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close