Breaking News

Musim Kemarau Panjang, Ribuan Warga NTB Gelar Sholat Istisqo dan Doa Meminta Hujan Turun

TGH Manan menjadi imam sholat Istisqo di halaman kantor gubernur ntb, foto/ biro adpim ntb

Garis Merah- Musim kemarau yang panjang akibat dari El Nino membuat kekeringan di NTB semakin parah. Pemerintah NTB telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kekeringan tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov NTB adalah dengan menggelar Sholat Istisqo yang digelar di halaman Kantor Gubernur NTB, Jum'at 16 Oktober 2026.

Sholat sunah yang bertujuan untuk meminta hujan tersebut diikuti oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Kepala OPD dan ribuan masyarakat.

Shalat Istisqa dipimpin oleh TGH Abdul Manan selaku imam, sementara khotbah disampaikan oleh TGH Munajib Khalid. 

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan harapan mendalam agar doa dan zikir yang dipanjatkan bersama ribuan jemaah diijabah, sehingga hujan segera turun dan meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Mudah-mudahan segera turun hujan dan masyarakat bisa menikmati air yang dikirimkan," ujarnya.


Modifikasi Cuaca

Pemprov NTB terus mematangkan rencana Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait. 

Namun, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan modifikasi cuaca masih menunggu kondisi atmosfer yang ideal karena saat ini tutupan awan di sebagian besar wilayah NTB belum mencukupi. 

Sebagai langkah antisipasi dini menghadapi peralihan musim, Iqbal mengimbau masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota untuk segera membersihkan dan mengecek kesiapan infrastruktur drainase sebelum curah hujan tinggi datang.


Status Tanggap Darurat

Selai upaya modifikasi cuaca, Gubernur NTB juga dalam waktu dekat akan menetapkan status tanggap darurat kekeringan di NTB. Penetapan status tanggap darurat ini telah memenuhi unsur kedaruratan sehingga penetapan status ini segera akan dilakukan. Selain itu dengan penetapan status tanggap darurat juga memberikan ruang yang lebih luas untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Gubernur NTB, Lalu Muhamad labal, menginstruksikan untuk segera menetapkan status darurat serta memperkuat langkah pencegahan menyeluruh menjelang puncak musim hujan. Instruksi tersebut disampaikan Gubernur lqbal saat memimpin Rapat Pembahasan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)/Hujan Buatan di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Selasa 13 Oktober 2026. 

"Kedaruratan kekeringan dan karhutla harus segera ditetapkan. Penetapan status darurat ini sekaligus juga untuk penetapan preventif. Jangan bereaksi terhadap bencana saja, tetapi prevention-nya kurang," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Gubernur memerintahkan Kepala Pelaksana BPBD NTB untuk segera menerbitkan Surat Edaran (SE) ke kabupaten/kota. SE tersebut meminta daerah mengoptimalkan distribusi air bersih hingga November 2026. Hal ini mengingat Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) baru bisa dilakukan pada November mendatang. Pasokan air bersih bagi masyarakat harus diakselerasi, serta langkah antisipasi karhutla dan kebersihan saluran air harus segera dilakukan sebelum hujan turun.(GM1)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close