Breaking News

20 Titik Perbaikan Jalan Terkendala Aspal, Pemprov NTB Tambah Anggaran Rp 6 Miliar

Kadis PUPRKP Lalu Wijaya Kusuma sebut pebaikan 20 titik jalan terkendala aspal

Garis Merah-- Sebanyak 20 titik jalan milik Pemerintah Provinsi NTB terkendala pasokan aspal. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) berupaya keras proyek perbaikan jalan tersebut rampung di akhir tahun.

Namun target ini kemungkinan besar tidak akan bisa terpenuhi akibat pasokan aspal yang dikirim dari luar NTB terkendala jalur distribusi.

Kepala Dinas PUPR PKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan kendala pasokan aspal tersebut dipengaruhi situasi global yang saat ini belum kondusif. Sementara itu, aspal yang dibutuhkan untuk pekerjaan perbaikan jalan tersebut berasal dari luar daerah seperti Buton (Sulawesi) dan berbagai daerah lainnya.

“Yang jelas penyebab terkendalanya karena situasi global yang sedang tidak baik,” ujar Kusuma sapaanya saat memberikan keterangan di depan ruang Gubernur NTB, selasa (20/10/2026).

Menurutnya, secara teknis pihaknya telah siap melaksanakan pekerjaan, tetapi proses pengaspalan belum bisa dilakukan secepat yang direncanakan karena pasokan material belum normal.

“Kita tidak bisa cepat saja. Sebenarnya kita sudah siap. Hari ini selesai pekerjaannya, besoknya kita mau langsung aspal, karena kita kan spot sporadis,” ungkapnya.

Kusuma menjelaskan, pekerjaan perbaikan tersebar di sejumlah titik dengan volume penanganan yang relatif tidak besar. Namun, banyaknya lokasi pekerjaan membuat ketersediaan aspal menjadi faktor penting agar proses perbaikan bisa segera dituntaskan.

“Jadi tidak terancam molor, cuma kita tidak bisa cepat, padahal kita mau cepat,” tegasnya.

Dari sisi anggaran, Pemprov NTB menyiapkan tambahan sekitar Rp6 miliar untuk penanganan 20 titik jalan melalui APBD Perubahan. Kusuma menyebut lokasi pekerjaan paling banyak berada di Pulau Sumbawa.

“Dari sisi volume kita kan tidak banyak, cuma spot-nya yang banyak. Totalnya dari penambahan kurang lebih Rp6 miliar, dan paling banyak itu ada di Pulau Sumbawa,” terangnya.

Kusuma berharap pasokan aspal segera tersedia agar pekerjaan yang telah disiapkan dapat dilanjutkan hingga tahap pengaspalan. Menurutnya, lapisan aspal menjadi bagian penting dalam penanganan jalan agar hasil perbaikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Mudahan pasokan aspal segera tersedia. Karena kalau kita mau perbaiki jalan, kalau tidak langsung tutup dengan aspal, rasanya seperti tidak diperbaiki menurut masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pengerjaan di sejumlah titik tersebut direncanakan dilakukan secara serempak. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada kesiapan pasokan material dan kemampuan produksi aspal.

Sementara itu, produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) atau instalasi pencampur aspal disebut belum kembali normal dan belum mampu memenuhi kebutuhan pekerjaan sesuai rencana.

Kondisi tersebut membuat Pemprov NTB masih berharap pasokan aspal segera pulih sehingga penanganan 20 titik jalan yang telah direncanakan melalui APBD Perubahan dapat berjalan lebih cepat.(GM1)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close