![]() |
| Kepala UPT Gili Tramena Aang Rizal memberikan keterangan pers terkait status konservasi di tiga gili |
Garis Merah- Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal bersurat ke Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait status konservasi di Gili Tramena (Terawangan, Meno dan Air).
Dalam surat yang dikirim pada tanggal 16 Maret 2026 tersebut Gubernur NTB meminta agar status konservasi di tiga Gili agar dicabut.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Kepala UPT Gili Tramena Aang Rizal dalam jumpa pers yang digelar pada hari Senin 30 Maret 2026 di kantor Dispar NTB.
Aang menjelaskan status konservasi di kawasan tiga Gili berdampak pada ekosistem pariwisata serta investasi di tiga Gili.
Dari telahaan dan tata ruang wilayah status konservasi di kawasan tiga Gili dinilai tidak tepat.
"Pak gubernur sudah bersurat ke Kementerian agar status konservasi ditinjau ulang dan dicabut, surat sudah dikirim pada tanggal 26 Maret kemarin, saat ini kita lagi menunggu balasan dari kementerian," jelasnya.
"Status konservasi juga menganggu iklim investasi di Gili Trawangan dan dua Gili lainnya, ini perlu ditinjau ulang dan menjadi pertimbangan serius agar status tersebut dicabut dan kawasan tiga Gili kembali menjadi kawasan pariwisata," tambahnya.
Terkait dengan kondisi lahan Eks GTI yang dikelola oleh Pemprov NTB, Aang mengatakan sampai hari ini proses kerjasama dengan pihak ketiga (penyewa) telah melakukan kontrak.
"Sudah mapping sudah ada yang berkontrak. Alhamdulillah masyarakat dan mitra usaha telah mengajukan untuk mengelola lahan eks PT GTI," ujarnya.
Permohonan agar dicabutnya status konservasi di kawasan tiga Gili sebenarnya telah diajukan sejak Lalu Gita Ariadi menjabat sebagai PJ Gubernur NTB.
PJ Sekda Ibnu Salin pada saat itu telah meminta kementerian Kehutanan untuk mencabut status kawasan konservasi di tiga Gili namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sampai saat ini kawasa tiga Gili Mash berstatus sebagai kawasan konservasi.(GM1)

0 Komentar