Breaking News

Ditenggarai Tidak Tepat Sasaran, Iqbal-Dinda Harus Evaluasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Tambang dan DBCHT

Relawan Sahabat Turki siap kawal program Iqbal-Dinda

Garis Merah- Setelah resmi ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal langsung menghadap ke Presiden Prabowo Subianto. 

Dalam pertemuan tersebut Iqbal memaparkan program yang akan digeber selama menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Gora tersebut. 

Prabowo Subianto sendiri merestui program yang diusung oleh Iqbal-Dinda dan berjanji akan membantu Pemerintah NTB dari sisi kebijakan dan anggaran. 

Iqbal sendiri akan memfokuskan kinerjanya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, mendongkrak daya beli dan kestabilan ekonomi. 

Program Iqbal-Dinda yang pro rakyat tersebut dinilai positif oleh berbagai kalangan tidak terkecuali organ pemenangan Sahabat Turki. 

Ketua Sahabat Turki DA Malik mendukung rencana program Iqbal-Dinda selama masa kepemimpinannya. 

Aa Malik panggilan akrabnya mengatakan berbagai potensi pendapatan dan anggaran yang bisa dikelola dengan baik oleh gubernur terpilih Lalu Muhammad Iqbal. 

Malik memaparkan sektor tambang terdapat potensi anggaran setidaknya ada 6 (enam) persen laba bersih dana bagi hasil yang setiap tahunnya di terima oleh NTB dengan cara transfer ke daerah. 

Ia mengatakan jika pengelolaan dana bagi hasil setiap tahunnya dilakukan dengan baik dan tepat sasaran seperti bedah rumah bagi warga miskin dan memberikan santunan setiap bulannya ke masyarakat jompo, merebot dan beasiswa ke peserta diidik yang berprestasi, termasuk untuk ptogram santunan anak yatim di kantong basis kemiskinan tentu akan sangat membantu warga NTB. 

Selain itu dana bagi hasil PT. AMNT (Aman Mineral) dari keuntungan bersih yang dikucurkan PT. Aman ke pemda nilainya cukup besar yakni mencapai 29 juta Us Dollar.

Ia menilai dana bagi hasil ini sangat penting untuk di evaluasi peruntukannya dan tentu dipriortaskan bagi pemilih atau basis basis kemiskinan yang telah meletakkan harapannya ke Iqbal-Dinda. 

"Mengingat kami melihat pengelolaan dana bagi hasil PT. AMNT saat ini (oleh pemerintahan sebelumnya) perlu di evaluasi dan dipertanyakan kemana sasaran penggunaannya selama ini. Bila perlu di audit kemana penggunanya untuk dilakukan evaluasi penggunanya terutama terhitung sejak tahun 2022-2024," ucapnya. 

Menurutnya audit tersebut penting mengingat hak bagi hasil untuk daerah tambang telah di atur di dalam UU No. 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan kewajiban ini setiap tahunnya telah dilaksanakan oleh PT. AMNT, sebgaimana amanah pasal 129 UU tentang mineral dan batubara.

"Yang perlu dievaluasi adalah penggunaan selama dua tahun belakang ini, apakah telah dijalankan dalam rangka pembangunan daerah terutama untuk pengentasan emiskinan ini penting dilakukan evaluasi," Pungkas Lawyer muda ini. 

Senada dengan Malik, Syamsul Hadi Sekretaris Relawan Sahabat Turki yang juga alumni ponpes Darul Muhajirin mengungkapkan selain DBH dari sektor meneral ada juga dana bagi hasil yang nilainya cukup besar yakni DBHCHT yang nominalnya juga hampir sama sekitar Rp 473 miliar pertahun.

Anggaran ini kata Adhi panggilan akrabnyan jika di kelola dengan baik dan tepat sasaran cukup memiliki daya ungkit untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrim dan menurunkan angka kemiskinan.

Ia memaparkan dalam petunjuk teknis pemanfaatnya yaitu melaui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2021 tentang penggunaan, pemantauan, dan evaluasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang mengatur penggunaan DBH CHT dengan ketentuan pada Bidang kesejahteraan masyarakat 50%; Bidang penegakan hukum 10%, dan; Bidang kesehatan 40%”, ujarnya. 

Selain dipergunakan untuk menanggulangi kemiskinan dana bagi hasil tersebut ujar Adhi juga bisa dimanfaatkan untuk persoalan lingkungan dan perubahan iklim. 

"Ada isu global yang mesti menjadi konsentrasi pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah yaitu isu perubahan iklim yang mana dampaknya sudah kita rasakan yaitu intensitas bencana alam di NTB mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Dana tersebut dapat di gunakan untuk melakukan restorasi lingkungan, penguatan kapasitas pemerintah dan penguatan kapasitas masyarakat," ungkap Adhie. 

Adhie berharap Iqbal-Dinda kedepannya bisa mebgelola sumber dana ini dengan bijak sebagaimana harapan dan janji politik yang telah di tuangkan di dalam visi misinya. (GM1) 

0 Komentar

Edutech Nusantara Digital

Mitra teknologi terpercaya untuk digitalisasi Pesantren, Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Kunjungi Website

Type and hit Enter to search

Close